Jumat, 11 Juli 2014

Cara Mengurus BPKB Hilang atau Rusak


BPKB adalah singkatan dari Buku Pemilik Kendaraan Bermotor. Jika BPKB (motor atau mobil) Anda hilang, rusak atau terbakar, Anda dapat membuat BPKB Baru dengan persyaratan sebagai berikut:
  1. Mengisi formulir permohonan.
  2. Melengkapi identitas :
    - Untuk perorangan : Jati diri yang sah + satu lembar foto copy, bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai cukup.
    - Untuk Badan Hukum : Salinan Akte Pendirian + satu lembar foto copy, Keterangan domisili, Surat Kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.
    - Untuk instansi pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD) : Surat Tugas/Surat Kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.
  3. Faktur Pembelian.
  4. Sertifikat Uji Type, tanda bukti lulus uji type, sertifikat NIK dan tanda pendaftaran type.
  5. Kendaraan bermotor yang mengalami perubahan bentuk harus melampirkan Surat Keterangan dari perusahaan karoseri yang mendapat ijin.
  6. Rekomendasi dari instansi yang berwenang tentang pengunaan Kendaraan Bermotor Untuk Angkutan Umum .
  7. STNK asli + satu lembar foto copy STNK
  8. Tanda Lunas PKB/ BBNKB dan SWDKLLJ
Kalau semua persyaratan di atas sudah selesai diurus, BPKB yang hilang atau rusak sudah siap diurus di Kantor Samsat setempat.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam pengurusan BPKB yang hilang atau rusak, Biro Jasa Mitra Samsat siap membantu Anda.

Kami juga menyediakan jasa layanan antar-jemput dokumen ke tempat Anda.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi customer care kami di (021) 90580902 atau (021) 70887790.

BIRO JASA MITRA SAMSAT
(CV. Solusindo Multi Jaya)

Jl. SMEA 6 No. 21, Cawang, Jakarta Timur
Phone : (021) 9058.0902 / (021) 7088.7790
HP : 0813.8590.2680 / 0817.0751.626
BBM : 26AF7B1B
Email : [email protected]
Website : www.mitrasamsat.com

1 komentar:

  1. Tmn sy mempunyai masalah dengan anggota auri. Anggota auri tsb mempunya satu unit mbl pick up grandmax th 2013 dngan NOPOL, B 9516 TAK.
    Beliau mempercayakan tmn sy untk mencarikan setoran 3jt/bln nya,
    dpt 3 bln lancar, msk bln ke 4 terjadi musibah yakni unit tsb hilang disewa orang,tp tmn sy bertanggung jawab selama 3 bln dlm masa hilang unit tsb,tmn sy msh memberikan setoran,akan tetapi krn tmn sy tdk tahan ditekan terus dan dipukuli oleh anggota auri dan kwn nya itu akhirnya tmn sy mengganti full sesuai permintaan anggota auri itu sebesar 90 jt,dan kwitansi penyelesaiannya dibuat dan ditanda tangani 3 orang saksi dr kedua belah pihak,dan otomatis unit sdh milik tmn sy, akan tetapi setelah penyerahan uang sebesar 90 jt tsb, tmn sy minta surat bpkb nya dan anggota auri itu bilang kl bpkb mbl itu dia taruh d dlm mbl yg hilang itu, Selama unit itu di tangan tmn sy,dia tdk pernah melihat ada surat bpkb di dlm nya, merasa ada kejanggalan dimulailah pencarian unit tsb oleh keluarga dan teman2. selama 6 bln masa pencarian ketemulah unit tsb,ternyata bpkb itu tdk ada d mbl itu. krn anggota auri itu pernah janji kl unit tsb bs ketemu akan dipulangkan uang tmn sy, tp apa nyana ternyata anggota auri itu ingkar walaupun bs hanya 40 jt yg akan dikembalikan kpd tmn sy dan tmn sy tdk mau dikembalikan dgn nilai sgtu, akhirnya pihak keluarga berembuk dan menuntut minta bpkb nya sja diambil.
    Yg menjadi pertanyaan sy apakah mbl itu kredit ataukah beli cash, dan seumpama bl cash anggota auri itu tdk bs menunjukkan bukti pembelian cash nya, dsnilah yg menjadi rumit permasalan nya. akhirnya pihak keluarga tmn sy mengalah lg untuk membuat bpkb nya sndiri.
    Dlm hal ini sy mewakili tmn sy mau bertanya apakah bisa bpkb itu dibuat lg dan kl pun bsa apakah mitra samsat mau membantu untk mengurus penerbitan bpkb baru untk unit mbl tsb,..?
    Mohon saran dan tanggapan nya dr mitra samsat, salam dan trima kasih.

    BalasHapus